Dugaan Korupsi Dapen PT Pertamina, MHKL Dituntut 7 Tahun Penjara

IMG-20180112-WA0003_1Jakarta – Mantan Presiden Direktur dana Pensiun PT Pertamina ‘MHKL’, dituntut 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta subsider 6 bulan penjara, di Pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat.(15/1)

Menurut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) Faisal, terdakwa MHKL terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama hingga merugikan keuangan negara sebesar Rp 599,4 milyar lebih.

Jaksa juga menambahkan, terdakwa MHKL diwajibkan membayar uang mengganti sebesar Rp.53 Milyar, selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan ini mempunyai kekuatan hukum tetap.

“Jika tidak, seluruh harta bendanya akan disita untuk membayar uang pengganti tersebut, atau subsiter 3,5 tahun penjara.” Kata Jaksa Faisal.

Lanjutnya Faisal, hal-hal yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan kurupsi, dan menciptakan aparatus pemerintah yang bersih dan berwibawa. “Sedangkan yang hal-hal yang meringankan terdakwa belum pernah dihukum, sopan dalam persidangan, serta masih mempunyai tanggungan keluarga,” tandasnya.

Sidang diketuai majelis hakim Sumpeno, dan terdakwa MHKL yang selama persidangan didampingi penasehat hukumnya Wa Ode Nur Zainab SH cs, akan mengajukan pledoi atau pembelaan Senin mendatang.(Her)