Dukung Program JAMBUL bagi Anak Suku Duano, Bunda PAUD Tanjab Barat Berharap Sinergi Semua OPD

oleh -647 Dilihat

TANJAB BARAT – Dalam rangka merealisasikan program kerja Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Bunda PAUD Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Rabu (24/06).

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tanjung Jabung Barat tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas P3A2KB, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Kominfo, Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan, Sekretaris Dinas Dukcapil, Kepala Dinas Pendidikan, Ketua Pokja Bunda PAUD beserta jajaran pengurus, serta perwakilan Lembaga Sikok (Sentra Informasi dan Konsultasi Orang Kito) Jambi.

Dalam arahannya, Hj. Fadhilah Sadat menegaskan bahwa Program JAMBUL (Jemput Anak Menuju Masa Depan Berkualitas dan Unggul) merupakan wujud kepedulian bersama dalam meningkatkan akses layanan pendidikan anak usia dini, khususnya bagi anak-anak Suku Duano yang hingga saat ini masih menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan pendidikan secara optimal.

Menurutnya, keberhasilan Program JAMBUL tidak dapat dicapai hanya melalui sektor pendidikan semata, melainkan memerlukan dukungan dan keterlibatan lintas sektor secara terpadu. Oleh karena itu, program tersebut melibatkan sembilan OPD yang memiliki peran strategis sesuai tugas dan fungsinya, yakni Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas P3A2KB, Dinas Dukcapil, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Arsip dan Perpustakaan, Dinas Kominfo, Dinas Perikanan, serta Dinas Kesehatan.

“Kolaborasi ini sangat penting untuk mendukung program wajib belajar 13 tahun sekaligus mewujudkan cita-cita bersama dalam mencetak generasi yang cerdas, sehat, dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadhilah menjelaskan bahwa masing-masing OPD memiliki peran yang saling melengkapi dalam mendukung implementasi Program JAMBUL. Dinas Pendidikan bertugas memfasilitasi akses layanan PAUD, mendukung program PAUD berkoding, serta mengoordinasikan pelaksanaan program Bunda PAUD Menjemput dan Bunda Mengajar.

Dinas Kesehatan berperan menyediakan data dan tenaga kesehatan, mendukung program dapur gizi Bunda PAUD, serta mengintegrasikan data kesehatan anak ke dalam WebApp. Sementara itu, Dinas Perikanan mendukung pemenuhan gizi anak melalui kampanye Gemar Makan Ikan (Gemarikan) dan penyediaan komoditas perikanan lokal.

Di sektor ketahanan pangan, dukungan diberikan melalui penyediaan pangan bergizi, edukasi ketahanan pangan keluarga, serta pemanfaatan sumber pangan lokal. Dinas Sosial berperan dalam mengidentifikasi dan mendampingi anak-anak dari kelompok rentan serta menghubungkannya dengan berbagai program bantuan sosial yang relevan.

Selain itu, Dinas Arsip dan Perpustakaan mendukung Program Bunda Mendongeng dengan menyediakan bahan bacaan berkualitas, layanan perpustakaan keliling, serta pengembangan pojok baca. Dinas Dukcapil bertugas memastikan pemenuhan administrasi kependudukan anak, seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran, sekaligus melakukan validasi data kependudukan untuk mendukung pengelolaan WebApp data anak PAUD.

Adapun Dinas Kominfo berperan dalam memperkuat publikasi, kampanye digital, serta pengelolaan informasi program melalui berbagai media dan platform resmi pemerintah daerah.

Melalui sinergi lintas sektor ini, Fadhilah berharap Program JAMBUL dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan akses serta kualitas layanan pendidikan anak usia dini, khususnya bagi anak-anak Suku Duano.

“Semoga kolaborasi ini dapat memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam mempersiapkan generasi penerus yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045,” tutupnya.(yn)