
Bangka Belitung – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Bangka diperingati dengan aksi nyata pelestarian lingkungan. Melalui inisiasi Siber Green Day, kegiatan bersih-bersih pantai digelar di kawasan yang kini resmi dibranding sebagai Pantai SMSI Bangka (eks Pulau Tiga), Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Minggu (15/2/2026)
Kegiatan ini melibatkan sinergi lintas sektor, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, pelajar, Pemerintah Desa Deniang, hingga Pemerintah Kecamatan Riau Silip.
Ketua Umum Siber Green Day menegaskan bahwa perubahan nama menjadi Pantai SMSI Bangka diikuti dengan komitmen perubahan sistem manajemen yang lebih profesional.
Sementara itu, Ketua SMSI Bangka, Ahmad Wahyudi, memaparkan bahwa agenda ini merupakan rangkaian besar HPN 2026. Selain aksi lingkungan, SMSI juga menyiapkan Kampung Ramadhan di Gedung Juang Sungailiat yang akan menyuguhkan bazar UMKM, lomba rebana, serta lomba mewarnai tingkat TK dan SD.
“Kami meminta pihak Desa Deniang dan Kecamatan Riau Silip untuk bersinergi. Tujuannya satu: membangun Pantai SMSI menjadi destinasi yang lebih eksotik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” ujar Wahyudi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Ismir, menyambut positif inisiasi ini. Ia menegaskan akan menerjunkan “Pasukan Kuning” untuk melakukan aksi kurping (pembersihan) massal secara berkala.
“Kegiatan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo mengenai penguatan kebersihan lingkungan. Sebelum bulan Ramadan, kami akan memastikan area ini bersih. Ini adalah titik awal menjadikan Pantai SMSI sebagai destinasi wisata berkelanjutan,” tegas Ismir.
Tak hanya soal estetika, Ismir juga menyoroti potensi ekonomi produktif di Pantai SMSI, yakni pengelolaan air nira dari pohon kelapa yang diolah menjadi gula kelapa di lokasi tersebut.
Dukungan serupa datang dari DPD RI. Melalui staf ahlinya, Dinda Rembulan Ali sandra menyampaikan apresiasi atas integrasi wisata dan industri rumahan di Pantai SMSI. Ia telah meninjau langsung proses produksi gula nira, mulai dari penyadapan pohon hingga pemasakan.
“Ini adalah kegiatan produktif yang harus dikembangkan secara berkelanjutan. Sekembalinya dari ibadah umroh, Ibu Dinda Rembulan dijadwalkan akan berkunjung langsung untuk melihat progres home industry gula kelapa ini,” ungkap perwakilan staf ahli tersebut.
Dengan kolaborasi antara pers, pemerintah, dan masyarakat, Pantai SMSI diharapkan tidak hanya menjadi ikon wisata baru, tetapi juga motor penggerak ekonomi hijau di Kabupaten Bangka.(H3R)