Karawang Jadi Tuan Rumah Gerdal Penggerek Batang Padi Serentak

oleh -29 Dilihat

Karawang – Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) Serentak yang diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan). Bertempat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Selasa (21/4/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat serta 30 Kecamatan di Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat menekankan bahwa pengendalian hama merupakan kunci keberhasilan panen.

Gerakan yang dimulai hari ini diharapkan akan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan).

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut dipastikan akan berlanjut di tingkat lapangan, dimana para petani akan terus didampingi secara teknis guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.

“Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman menyampaikan, bahwa pada tahun 2025, realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Hal tersebut melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG. Terdapat kelebihan produksi sebesar 53 ribu ton (0,39%) dari target yang ditetapkan.

“Gerdal hari ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah respon cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Kami mohon untuk para petani, kalau tanam padi bisa serentak, kalau dilihat hari ini kan masing-masing, jadi kupu-kupu (hama) akan berpindah-pindah apabila tidak serentak,” ujarnya.

 

(Red)