Ribuan Orang Hadiri Karawang Bersholawat

oleh -13 Dilihat

Karawang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang bersama Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Karawang menggelar “Karawang Bersholawat”, di halaman Masjid Agung Karawang, Rabu (21/10/2026) malam.

Kegiatan keagamaan yang menghadirkan ulama kharismatik Habib Luthfi bin Ali bin Yahya ini digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026.

Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memadati lokasi acara sejak siang dan sore hari. Menurutnya, gelaran ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk mengharapkan keberkahan bagi Kabupaten Karawang.

“Alhamdulillah malam hari ini kita berada di majelis di halaman Masjid Agung untuk mencari keberkahan. Saya sebagai Bupati menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karawang dalam menyongsong Hari Santri yang akan kita selenggarakan esok hari,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Aep juga mengapresiasi jajaran Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang atas pendataan lembaga pendidikan keagamaan di wilayahnya.

Bupati menyebutkan bahwa saat ini terdapat sekitar 540 pondok pesantren di Kabupaten Karawang yang seluruhnya telah terverifikasi secara resmi.

Sebagai puncak peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026), Pemkab Karawang dijadwalkan menggelar upacara resmi. Selain upacara, Bupati Aep juga mengeluarkan instruksi khusus kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Karawang.

“Saya menginstruksikan seluruh Kepala OPD besok untuk melaksanakan khotmil Qur’an di setiap OPD masing-masing. Ini merupakan salah satu ikhtiar kita untuk mendekatkan diri dan memohon perlindungan kepada Allah SWT,” tegasnya.

Lebih lanjut, memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati H. Maslani, Bupati memohon doa restu dari para ulama dan masyarakat agar program pembangunan daerah dapat terus berjalan optimal. Ia menilai potensi besar Karawang sebagai kota industri sekaligus lumbung padi nasional harus diimbangi dengan nilai-nilai religiusitas agar membawa kesejahteraan bagi warga.

(Red)