SMSI Bangka Usulkan Tiga Tokoh Pendiri Babel Jadi Pahlawan Daerah dan Dorong Rumah Tony Wen Jadi Museum Sejarah

oleh -18 Dilihat

Bangka – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bangka menyampaikan sejumlah aspirasi strategis kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung saat melakukan audiensi dengan Gubernur Bangka Belitung, Hidayat Arsani, di Rumah Dinas Gubernur, Kamis (1/10/2026).

​Dalam pertemuan tersebut, SMSI Kabupaten Bangka menyampaikan rencana agenda utama berupa penyelenggaraan Seminar Kepahlawanan Tony Wen Jilid 2 yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Oktober 2026. Kegiatan tersebut rencananya digelar di eks kediaman pahlawan nasional Tony Wen di Sungailiat, yang saat ini berstatus sebagai aset PT Timah Tbk. Sebelumnya, Seminar Kepahlawanan Tony Wen Jilid 1 sukses dilaksanakan di Kota Pangkalpinang pada tahun 2023.

​Selain agenda seminar, SMSI Bangka menekankan dua usulan krusial dalam rangka menyambut Hari Jadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ke-26, yaitu usulan pengangkatan tiga tokoh pendiri Bangka Belitung sebagai pahlawan daerah serta pembentukan Museum Sejarah Bangka Belitung.

​Tiga tokoh yang diusulkan sebagai pahlawan daerah tersebut yakni:

  • H. Rosman Djohan (Bupati Pertama Bangka Tengah, Tokoh Pendidikan, dan Pejuang Pembangunan).
  • Dr. H. Hudarni Rani (Gubernur Pertama Bangka Belitung, Inisiator Provinsi, dan Pengembang Pariwisata).
  • ​Ir. H. Eko Maulana Ali, M.Sc. (Gubernur Bangka Belitung 2 Periode, Pembangun Infrastruktur, dan Pemimpin Visioner).

​Ketua SMSI Kabupaten Bangka, Ahmad Wahyudi, menegaskan bahwa landasan hukum pengusulan gelar kehormatan daerah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah diatur secara resmi melalui Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemberian Penghargaan.

​”Pengusulan pahlawan daerah ini memiliki dasar hukum Perda Nomor 3 Tahun 2019. Ketiga tokoh tersebut Rosman Djohan, Hudarni Rani, dan Eko Maulana Ali merupakan figur pendiri provinsi yang sangat dekat dengan masyarakat serta konsisten memberikan pemikiran bagi kemajuan Bangka Belitung. Sebagai generasi penerus, sudah sepatutnya kita memperjuangkan apresiasi resmi ini,” ujar Ahmad Wahyudi.

​Ia menambahkan, pembentukan tempat pengenalan sejarah seperti Museum Sejarah Bangka Belitung di eks rumah kediaman Tony Wen sangat dibutuhkan sebagai wadah edukasi dan pembelajaran sejarah generasi muda terkait dinamika perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai provinsi ke-33 di Indonesia.

​Sebelum disampaikan kepada Gubernur, SMSI Bangka telah melakukan koordinasi dan penyelarasan administratif bersama Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Bangka Belitung melalui Seksi Kepahlawanan, Keperintangan, dan Kesetiakawanan Sosial.

Pihak SMSI Bangka berharap usulan tersebut mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah kabupaten/kota di seluruh Bangka Belitung dalam bentuk rekomendasi resmi, sebagai mekanisme penetapan formal di tingkat daerah sebelum nantinya diajukan ke tingkat nasional.

(SMSI Bangka)