
Bangka – Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari Fraksi PKB, Agam Dliya Ul-Haq, menggelar reses masa sidang III Tahun Sidang II 2026, di kampus STISIPOL Pahlawan 12 Sungailiat, Minggu (13/9/2026).
“Institut Pahlawan 12 ini adalah kampus swasta. Jadi kadang kampus swasta itu hanya mengandalkan keuangan dari yayasan atau pendapatan dari mahasiswa. Sementara hari ini banyak mahasiswa tidak mampu di kampus ini,” ujar Agam.
Politisi PKB ini menyampaikan ada 3 fokus utama aspirasi yang ia catat dalam reses kali ini.
Pertama, penambahan kuota beasiswa. Agam menyoroti banyak mahasiswa Pahlawan 12 yang secara ekonomi lemah.
“Secara logika kalau mahasiswa punya duit kan ndak mungkin di sini. Tentu pasti mayoritas ini dari keluarga yang kurang mampu. Itu yang perlu harus diperhatikan. Maka dari itu kami meminta tambahan kuota 100% dari kuota yang diberikan oleh biro kesejahteraan rakyat,” katanya.
Kedua, pembangunan sarana prasarana olahraga. Agam meminta agar fasilitas olahraga di kampus ditingkatkan. Usulan ini sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga,
“Semoga dengan adanya itu kegiatan-kegiatan kita semakin bertambah dan makin sibuk untuk kegiatan-kegiatan yang lebih penting. Untuk kemajuan sumber daya manusia bagi para mahasiswa,” jelasnya.
Ketiga, pembangunan mushola dan pemberdayaan ekonomi mahasiswa. Agam juga menerima aspirasi pembangunan mushola. Selain itu, mengingat di kampus ini ada jurusan kewirausahaan, ia menggandeng Dinas Pariwisata bidang ekonomi kreatif dan Dinas KUKM untuk melakukan sosialisasi dan pelatihan.
“Kami mengundang dinas pariwisata dan juga dinas KUKM nanti siap untuk mendampingi para mahasiswa ini bagaimana UMKM bisa berjalan dengan baik. Maka akan diadakan juga kegiatan pelatihan-pelatihan atau sosialisasi terkait sertifikasi halal, NIB, dan lain-lain,” terangnya.
Di akhir reses, Agam menyinggung persoalan data desil yang berdampak pada penyaluran bantuan untuk mahasiswa tidak mampu.
“Pemerintah harusnya peduli terkait ini. Karena terkait salah naik satu desil saja itu sudah mempengaruhi bantuan yang diterima oleh masyarakat miskin. Ini harus ada perbaikan, harus bertanggung jawab,” tegasnya.
Agam berharap semua pihak bahu membahu agar program-program untuk mahasiswa benar-benar tepat sasaran dan murni membantu mereka yang membutuhkan.(*)