Selasa , Oktober 26 2021

Bupati Karawang Hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Bank BJB

Saham BjBBandung – Bupati Karawang dr. Hj. Cellica Nurrachadiana didampingi Kepala Bapenda H. Asikin, Kepala DPKAD Hadis Herdiana, dan Kepala Cabang Bank BJB Karawang Arfandi, hadiri Rapat Umum Pemegang Saham Bank BJB Jabar & Banten Tahun Buku 2017, bertempat di Ballroom Hotel Aryaduta Bandung, Rabu (28/2).

Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat H. Ahmad Heryawan menyampaikan, bahwa Rapat Umum Pemegang Saham ini adalah sebagai evaluasi kinerja seluruh jajaran Komisaris, Direksi, maupun Staf dari Bank Jabar & Banten.

Selanjutnya beliau mengatakan, pada tahun buku 2017 PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten, Tbk. (BJB) mencatat keuntungan (laba kotor sebelum pajak) tertinggi sepanjang sejarah bank tersebut berdiri. BJB mencatatkan keuntungan sebesar Rp 2,1 Triliun atau terbesar dibanding bank-bank daerah lain di Indonesia.

“Di saat yang sama bisnis BJB juga kita dorong supaya langsung berdampak, jadi selain berdampak lewat keuntungan yang diberikan kepada Pemerintah melalui Pendapatan Asli Daerah (APBD), pada saat yang sama juga kita dorong agar bisnisnya itu tidak hanya bisnis yang mencari keuntungan semata, tapi bisnis yang berpihak membiaya proyek-proyek besar yang dampaknya membuka lapangan kerja, dan bisa membiayai bisnis mikro, kecil dan menengah. Supaya pertumbuhan usaha besar dan kecil itu seimbang,” papar Aher.

Capaian lain, BJB juga mencatat sebagai bank dengan pertumbuhan aset tertinggi. Saat ini, bank yang masuk dalam jajaran 12 bank besar di Indonesia ini mampu mencatatkan pertumbuhan aset hingga Rp 108 Triliun dibanding 2008 yang hanya ada di kisaran Rp.50-an Triliun.

Sementara itu, dari sisi pasar modal, bank yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2011 ini, kini menjual saham per lembanrnya dengan harga yang cukup tinggi, yaitu mencapai Rp 2.300 per lembar saham atau masuk kategori saham blue chip. Meningkat beberapa kali lipat dari harga dasar Rp.600. Sambutan publik pun sangat baik ketika melantai pertama kalinya di BEI ketika itu.

“Pernah, bahkan pada tahun lalu dari Rp.600 harga dasar lalu pernah naik sampai Rp 3.100,” ujar Aher.

Artinya, Bank BJB telah dipercaya publik, baik oleh publik sebagai penabung personal atau corporatemaupun oleh penerima kredit. Capaian dan prestasi inilah yang menjadi salah satu alasan Aher diundang oleh BEI pada pembukaan perdagangan saham, Selasa (27/2/18) di Jakarta.

“Tentu bisnis saham di bursa efek kan tidak berdampak langsung secara uang atau real. BJB itu punya dampak real saat menjual saham pertama kali, berikutnya penjualan saham diantara para trader atau masyarakat yang nabung dalam bentuk saham tentu terus terjadi. Nah, sekarang harga sahamnya di Rp 2.300 dan dampak bagi Bank BJB-nya bukan dampak dalam arti uangnya nambah bagi bank, tapi influence atau pangaruhnya. Berarti kalau sahamnya diperjualbelikan secara sehat Bank BJB dipercaya publik,” pungkasnya. (And/Kom)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates