Pasca Tambang Ditutup, Masyarakat Penambang Dari Tiga Lingkungan Gelar Aksi Damai

oleh -202 Dilihat

Bangka – Masyarakat penambang Timah Inkonvensional (TI) di Tiga (3) lingkungan yakni Jalan Laut, Kampung Pasir dan Air Hanyut mengadakan aksi damai sekaligus musyawarah paska tambangnya ditutup.

Dalam orasinya, salah seorang tokoh masyarakat di lingkungan Jalan Laut, Ahmad Jawahir, mewakili masyarakat 3 lingkungan yang melakukan Aksi Damai di lokasi tambang, Jumat (18/3/2022), meminta kepada Kapolres Bangka agar tambang rakyat dibuka kembali.

“Kami berharap itu bisa berjalan kembali, sudah distop dari mulai kemarin sampai hari ini,” pungkas Ahmad Jawahir.

Menurut Ahmad Jawahir, masyarakat akan mengutus Kepala Lingkungan (Kaling) dan Ketua RT dari tiga lingkungan untuk menghadap Kapolres Bangka, berharap agar tambang bisa dibuka kembali.

“Oleh karena itu kami mengutus perwakilan warga dan penambang, serta RT dan Kaling di tiga lingkungan yaitu kaling Jalan laut, kaling kampung pasir, kaling air anyut untuk menghadap bapak Kapolres, agar bapak Kapolres itu ya bisa melunak untuk bisa mengembalikan posisi tambang rakyat itu bisa dimulai kembali,” harapnya.

Ahmad Jawari menjelaskan, bahwa lokasi tambang tersebut bukanlah lokasi DAS ataupun Sungai.

“Kami ini menambang di daerahnya kami sendiri, bukan DAS itu, bukan Sungai tapi itu kolong yang pernah di tinggalkan oleh PT Timah zaman dahulu,” tegasnya.

Sementara itu, Johan Murod Ketua DPD HNSI Bangka Belitung, saat menghadiri aksi damai dengan tegas mengatakan sangat mendukung tambang rakyat di jalan laut agar di buka kembali.

“Saya sebagai Panglima adat yang juga ketua HNSI Babel ketika mendengar ada masyarakat susah saya bertanggung jawab, saya harus membela rakyat,” tegasnya di tengah-tengah aksi damai dihadapan masyarakat tambang.

“Yang paling penting saya salah satu Sekretaris presidium perjuangan pembentukan Provinsi Bangka Belitung. Kita orang-orang presidium waktu berjuang sadar sesadar-sadarnya rakyat Bangka Belitung harus sejahtera. Bahkan orang yang dari luar menambang tidak kita ganggu, nah ini orang menambang di kampung sendiri kita stop, Kita harapkan kita bisa rundingkan secara baik-baik dengan bapak-bapak polisi agar bisa di buka kembali,” ungkapnya.(Her)