Bandung – Aplikasi ini (SIDONI) kita pokuskan untuk pelayanan, terutama pendataan dan monitoring personil yang sakit menahun. Dengan aplikasi ini mudah-mudahan bisa terus termonitor.
Begitu dikatakan oleh Kabid Dokkes Polda Jabar Kombes Pol. dr. Adang Azhar, dalam zoom meeting yang diikuti oleh Sipropam, Renmin, Sumda dan yang lainnya, Senin (10/10/2022).
Kombes Pol. dr. Adang Azhar berharap, agar aplikasi SIDONI bisa maksimal penggunaan dan keberlangsungannya. “Kalau terus kita konsisten dengan pemanfaatan aplikasi ini, semua para personil maupun PNS dilingkungan Polda Jabar yang sakit bisa terdata, minimal tidak putus sebelum waktunya pensiun,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) mensosialisasikan aplikasi “SIDONI” (Sistem Informasi Dokkes Melayani) untuk petugas kepolisian yang sakit menahun.
Menurut AKBP drg. Iwansyah, Sp.Ort, Aplikasi SIDONI adalah aplikasi pengingat atau jadwal bagi petugas kesehatan untuk mengunjungi Pegawai Negeri Pada Polri (PPNP) yang sakit menahun.
“Kenapa saya berpikir untuk membuat aplikasi SIDONI, karena selama ini saya temukan PNPP yang sakit menahun itu jadwalnya tidak rutin dikunjungi,” ucap drg. Iwansyah diruang kerjanya, Rabu (5/10/2022).
drg. Iwansyah menjelaskan, aplikasi Sidoni ini dijalankan bekerjasama dengan semua Satker, seperti Sipropam, Renmin, Sumda dan yang lainnya. “Supaya bisa bekerja sama tim dokkes untuk mendukung terselenggaranya pelayanan kesehatan yang terbaik kepada PNPP yang sakit menahun itu,” paparnya.
Kenapa membuat aplikasi ini dengan melibatkan satker yang lain, sambung dokter Iwan, harapannya bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien.
“Kalau sampai waktunya kunjungan belum juga dikunjungi, maka diaplikasi akan muncul notifikasi untuk mengingatkan fungsi terkait sehingga bisa mendorong bidang kesehatan untuk menindaklanjuti,” paparnya.
“Tidak hanya itu, aplikasi SIDONI juga menyediakan rekam medis secara digital, untuk memudahkan dokumentasi catatan kesehatan pasien,” jelasnya.
(Moh. Asep)