Minggu , Mei 16 2021

Cegah Difteri, Keluarga Besar Kejaksaan Se-DKI Jakarta Di Imunisasi

Vaksin DifteriJakarta – Guna mencegah dan mengatasi mewabahnya penyakit Difteri di masyarakat saat ini, Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, menggelar pemberian imunisasi Difteri gratis kepada putra-putri keluarga besar Kejaksaan yang ada di wilayah Jakarta.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta, Febri Ardiansyah yang didampingi Kepala Dinas Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto disela-sela kegiatan mengatakan, Ini merupakan program Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta dan Kejati DKI Jakarta. Kami melihat ada program yang bisa disatukan sekaligus untuk dijalani. “Makanya kami sepakat mengadakan program imunisasi difteri untuk warga Adhyaksa,” kata Febri Ardiansyah.(28/1)

Febri Ardiansyah menjelaskan, pemberian imunisasi ini merupakan langkah awal yang akan terus ditindaklanjuti. Pasalnya, kegiatan itu merupakan program yang bersifat kemanusiaan.

“Berikutnya akan kita masukan pemeriksaan kesehatan terhadap para tahanan kejaksaan. Dan selama ini Dinkes agak sulit melakukan memberikan imunisasi di pesantren. Nanti kami yang akan menjembatani. Kami juga akan memberikan penyuluhan disana terkait paham radikalisme, narkoba diiringi dengan pemberian imunisasi difteri. Jangka panjang yang akan kira padukan bersama Dinkes,” ujarnya.

Lanjutnya, apalagi selama ini masyarakat mengetahui bahwa kejaksaan hanya bekerja di bidang penegakan hukum, namun dengan kegiatan sosial tersebut pendekatan dengan masyarakat dapat terjalin.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta, Koesmedi Priharto mengungkapkan wabah difteri di DKI Jakarta pada tahun kemarin, telah merengut nyawa 2 orang anak-anak dari 120 orang yang terjangkit. “Makanya imunisasi difteri wajib diikuti anak-anak, secara bertahap,” katanya.

Dijelaskannya, wabah difteri merupakan penyakit yang menyerang tenggorokan lidah yang bisa menyebabkan kematian karena terjadinya penyumbatan.

“Bakteri ini menyebabkan tertutupnya saluran napas, kerusakan otot jantung (miokarditis), kerusakan saraf (polineuropati), kehilangan kemampuan bergerak (lumpuh) dan infeksi paru (gagal napas atau pneumonia),” ujarnya.

Koesmedi menambahkan, gejala awal dari wabah tersebut seperti demam, nafsu makan menurun, lesu, nyeri ditenggorokan ketika menelan, kelenjar dari hidung berwarna kuning kehijauan dan disertai darah.

“Makanya pemberian imunisasi difteri sebaiknya dilakukan secara menyeluruh mulai dari 2 bulan, 4 bulan dan 6 bulan kemudian,” pungkasnya.

Selain putra-putri keluarga besar kejaksaan, pejabat Kejati DKI Jakarta juga mengikuti imunisasi Difteri. Antara lain, Kajati DKI Jakarta, Tony Spontana, Aspidsus Kejati DKI Jakarta, Sarjono Turin dan para Kepala Kejaksaan Negeri dari lima wilayah DKI Jakarta.(Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates