
Merlung – Jajaran Polsek Merlung melakukan monitoring intensif terhadap kenaikan debit air di sejumlah titik rawan banjir di wilayah hukum Kecamatan Merlung, Sabtu (3/1/2026) pagi.
Langkah ini diambil menyusul tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam beberapa waktu terakhir.
Kapolres Tanjab Barat AKBP AGUNG BASUKI, SIK, MM, melalui Kapolsek Merlung, AKP Agung Heru Wibowo, S.H., M.H., turun langsung memimpin pengecekan bersama personel guna memastikan kondisi keamanan masyarakat dan akses jalan lintas.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan sejak pukul 09.00 WIB, terdapat tiga lokasi utama yang mengalami kenaikan debit air cukup signifikan yaitu :
Jl. Lintas Tengah Tebo-Merlung (Desa Lubuk Terap): Debit air naik hingga mencapai ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa. Hal ini menghambat akses lalu lintas di jalur tersebut.
Akses Jalan Desa Tanjung Paku: Ketinggian air terpantau mencapai ±60 cm. Selain merendam jalan, banjir dilaporkan mulai memasuki pemukiman dengan estimasi 10 unit rumah warga terdampak.
Pasar Kalangan Desa Merlung: Ketinggian air berada di kisaran ±60 cm, yang berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
AKP Agung Heru Wibowo menyampaikan, bahwa situasi ini kemungkinan akan terus meningkat hingga sore atau malam hari.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi,” ujar Kapolsek.
Sebagai langkah antisipasi, Polsek Merlung telah memberikan imbauan langsung kepada masyarakat di bantaran sungai dan wilayah rendah untuk siaga evakuasi jika hujan susulan kembali turun.
Terkait keterbatasan sarana, Kapolsek Merlung juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat untuk dukungan logistik.
Hingga saat ini, personel Polsek Merlung masih disiagakan di lokasi-lokasi rawan untuk membantu warga dan mengatur arus lalu lintas di titik genangan.(yn)

























