Kamis , Agustus 13 2020

Kapolda Sumut Diberikan Gelar Kebangsawanan Adat Mandailing

kapolda-sumutJakarta – Ir Edi Maryatoma Lubis SH mengapresiasi pemberian gelar kebangsawanan adat kepada Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen. Pol. DR.H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si dan ibu Hj.Yudaningrum.

Proses pemberian gelar adat itu dilakukan melalui proses persetujuan semua pihak, baik petinggi marga adat, khususnya wilayah di Mandailing Natal, melalui rapat Besar Tokoh Adat kata Ir Edi Maryatoma Lubis di Jakarta (5/12).

Pemberian gelar kebangsawanan adat Mandailing atau yang disebut dengan “Manabalkon Goar Harajaon” bisa diartikan sebagai gelar adat, gelar dalam bahasa Mandailing (Pemberian nama).

Hal ini Keputusan rapat tokoh adat Mandailing Natal menyepakati dalam sidang adat untuk memberi gelar Kebangsawanan kepada Irjen. Pol. DR.H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si dengan gelar Kebangsawanan Adat Mandailing yakni Mangaraja Uhum Nasakti Nasution dan ibu Hj.Yudaningrum dengan gelar Namora Rumondang Ningrum Lubis.

Dalam adat Mandailing, dilanjutkan upacara pemberian gelar kebangsawanan sebagai tanda dari masyarakat Mandailing untuk melestarikan tradisi-budaya dan memberikan kehormatan kepada seseorang yang dianggap pantas atau sudah berjasa kepada masyarakat, khususnya di Bumi Gordang Sambilan ini.tandasnya.

Sebelumnya Kapolda Sumut, Irjen Pol H.Ricko Amelza Dahniel M.Si dalam kunjunganya tersebut disambut Shalawat oleh Santriati di Pondok Pesantren Mustafawiyah Purba Baru Kabupa, Sumatra Utara jum’at lalu.

Antusias para ulama, guru pesantren, santri, santriati, dan warga sekitar menyambut kedatanganya dilanjutkan sholat jum,at bersama.

Kapolda Irjen Pol H.Ricko Amelza Dahniel M.Si didampingi  Kapolres Madina AKBP Rudi Ripani, Bupati Mandailing Natal Drs. Dahlan Hasan Nasution, Wakil Bupati H.M. Jafar Sukhairi Nasution, dan Mudir Pondok Pesantren Mustafawiyah Musatafa Bahkri.

Usai Sholat Jum,at Kapoldasu berdialok berdialog dengan para Ulama dan Guru Guru Pesantren serta para Santri.

Dalam kunjunganya Kapoldasu menyerahkan tali asih dari Ibu Ketua Bayangkari Sumut berupa Beras 500 Kg, Gula 400 Kg, Minyak Goreng 50 Liter, Mie Instant 50 Kotak, Biskuit Kaleng 60 Kaleng, Susu Kaleng 60 Kaleng dan 2 ekor lembu.

Kapolda juga mengatakan, Ponpes Purba baru merupakan Ponpes terbesar di Sumut bahkan di seluruh tanah air. Ini terbukti dengan jumlah santrinya yang melebihi belasan ribu, ujarnya

Ia sangat berterimakasih kedatatanganya disambut dengan penuh kekeluargaan.
baik Mudir dan Bupati juga seluruh santri dan santriwati di Ponpes ini. ungkapnya

Karena hidup harus dijalani dengan penuh keikhlasan, baik polisi maupun TNI ataupun semua kita yang ada di permukaan bumi ini.

Ponpes Gontor saja santrinya hanya empat ribuan, namun di Ponpes Purba Baru ini sebelas ribu lebih, berarti harus bersyukur,

Ia juga berharap, sesama umat muslim semua harus sama, dan saling memberikan kesejukan, saling menghargai meskipun berbeda,jelasnya.

Umat islam harus menjadi pelopor persatuan, tidak mudah terpancing dengan isu isu apapun.

Saya yakin santri dan santriwati yang ada di Ponpes Purba baru ini akan menjadi agen perubahan di dalam Islamiah, ke arah yang baik, melakukan siar Al Quran bagi seluruh umat islam, dengan menggambil makna dan saripati Al qur’an dan diterapkan di negara kita ini,” paparnya

Berbagai rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Musthofawiyah Purba Baru telah usai”  Kapoldasu Irjen Pol H.Ricko Amelza Dahniel M.Si beserta rombongan menuju Tapian siri-siri syariah untuk diberikan Gelar dan Marga sesuai dengan adat mandailing Natal.(Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates