
Bandung – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat (Jabar) Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., menggelar syukuran menyambut dilantiknya Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) yang baru.
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Pada kesempatan yang sama, Komjen Pol. Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri. Pengangkatan tersebut dituangkan dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 96/POLRI Tahun 2026 dan Nomor 97/POLRI Tahun 2026.
Pelantikan Suyudi memiliki arti tersendiri bagi keluarga besar BNN. Sebelum menerima amanah sebagai Kapolri, Suyudi pernah memimpin Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. Rekam jejak tersebut menjadikan hubungan kerja BNN dan Polri di bawah kepemimpinan baru memiliki kesinambungan yang kuat, terutama dalam agenda pemberantasan jaringan narkotika dan kejahatan terorganisasi.
Bagi BNN Provinsi Jawa Barat, sinergi dengan kepolisian merupakan unsur penting dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. Kerja bersama tersebut mencakup pertukaran informasi, penguatan penegakan hukum, dukungan operasi, hingga upaya pencegahan dan edukasi kepada masyarakat.
Usai pelantikan, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto juga menegaskan arah kepemimpinannya yang menitikberatkan pada penguatan pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta kedekatan Polri dengan masyarakat. Arah tersebut diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan profesionalitas dan sinergi Polri dengan kementerian maupun lembaga, termasuk BNN.
Syukuran yang digelar Kepala BNNP Jawa Barat menjadi sebuah pesan simbolik: pergantian kepemimpinan di tubuh Polri diharapkan membuka ruang koordinasi yang semakin solid dalam menghadapi tantangan keamanan, khususnya ancaman narkotika yang terus berkembang dengan berbagai modus baru.
(Moh. Asep)

























