Selasa , Agustus 20 2019

Wakil Jaksa Agung Buka Pendidikan Calon Jaksa Angkatan 75

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Dr. Arminsyah Secara Simbolis Menyematkan Tanda Pendidikan Jaksa Kepada Peserta PPPJ Angkatan 75

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Dr. Arminsyah Secara Simbolis Menyematkan Tanda Pendidikan Jaksa Kepada Peserta PPPJ Angkatan 75

Jakarta – Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Dr. Arminsyah, membuka Pendidikan Pelatihan dan Pembentukan Jaksa (PPPJ) angkatan ke-75 tahun 2018, di komplek Badiklat, Ragunan, Jakarta Selatan, Kamis (15/3).

Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia Dr. Arminsyah dalam sambutannya mengatakan, Pendidikan Pelatihan dan Pembentukan Jaksa hendaknya tidak dipandang sebagai kegiatan seremonial belaka, melainkan sebagai suatu momentum untuk meletakkan pemahaman.

Lanjutnya, adapun kegiatan yang ditempuh dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) ini adalah suatu proses dalam penempaan, dan pematangan untuk menentukan kualitas, juga sebagai fondasi institusi Kejaksaan yang kokoh dimasa akan datang.

Arminsyah merasa bangga disertai penuh harap, akan lahirnya generasi pembaharu kejaksaan yang meneruskan tongkat estafet generasi sebelumnya, secara berkesinambungan memberikan konstrabusi positif dengan menghadirkan kepastian, keadilan, kebenaran, dan kemanfaatan, mewujudkan pelaksanaan penegakan hukum yang bermartabat.

“Tantangan bagi aparat penegak hukum saat ini berkembang sedemikian rupa, di tengah maraknya berbagai varian baru tindak kejahatan berat dan serius (serious crime), seperti korupsi yang telah bertransformasi dari awalnya hanya dikenal sebagai kejahatan kerah putih (white collar crime), berikutnya berkembang kejahatan korporasi (corporate crime), dan kejahatan politik (top hat crime), bahkan menjadi kejahatan lintas negara (transnational crime).” Paparnya.

Sambungnya, mendasari pada realitas tersebut, sangat diperlukan pemikiran-pemikiran yang kritis, analitis, dan inovatif yang lahir dari personil dan figur jaksa yang handal, tanggap, cepat dan cermat dalam mendukung optimalisasi pelaksanaan tugas dan fungsi kejaksaan.

Ia berharap, kepada Kepala Badan Diklat beserta Jajaranya para Widyaiswara, tenaga pengajar, dan seluruh penyelenggara agar menjalankan proses pendidikan dan pelatihan kepada peserta diklat secara sungguh-sungguh, baik dan benar serta menegakan aturan yang telah ditetapkan, serta dalam diklat ini dapat berkorelasi secara positif meningkatkan kualitas sumber daya manusia kejaksaan.

Ia juga berpesan, seluruh yang mengikuti Diklat belajar dan berlatih dengan giat, untuk mempersiapkan diri menjadi jaksa yang memiliki kepribadian sikap serta perilaku yang profesional, berkompeten, religius, dan berintegritas dapat menunjukan performa yang optimal melalui kerja nyata, guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kejaksaan.

Sementara itu, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabandiklat) Kejaksaan Agung (Kejagung) Setia Untung Arimuladi mengatakan, dalam PPPJ ini diikuti 42 peserta yang berasal dari seluruh Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) dari seluruh Indonesia.

“Para peserta ini merupakan gelombang terakhir dari PPPJ sisa program sebelumnya,” jelasnya.

Hadir para Jaksa Agung Muda, Kabandiklat dan staf ahli Jaksa Agung, Pejabat Eselon II dan eselon III di lingkungan Badiklat, para Wiraswasta dan tenaga pengajar serta para peserta.(Her)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates