
TANJAB BARAT – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., didampingi Ketua TP PKK Kabupaten, Hj. Fadhilah Sadat, S.H., kembali meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kepada korban di Kelurahan Teluk Nilau, Kecamatan Pengabuan, Senin (04/05).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah sekaligus memastikan penanganan pascakebakaran berjalan optimal.
Diketahui, kebakaran besar yang terjadi pada Jumat sore, 1 Mei lalu, mengakibatkan kerusakan parah dan berdampak luas terhadap masyarakat. Sebanyak 81 kepala keluarga (KK) atau 262 jiwa tercatat menjadi korban dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 86 rumah hangus terbakar, sementara 11 rumah lainnya mengalami kerusakan, terdiri dari 2 unit rusak berat, 5 rusak sedang, dan 4 rusak ringan. Secara keseluruhan, total 97 rumah terdampak akibat kebakaran tersebut.
Musibah ini juga turut berdampak pada kelompok rentan. Tercatat 16 anak usia SD/Madrasah, 11 pelajar tingkat SLTP, dan 6 pelajar SLTA menjadi korban terdampak. Selain itu, terdapat 1 ibu hamil yang juga terdampak dalam kejadian tersebut.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak bergerak cepat dalam penanganan darurat. Bantuan mengalir dari berbagai unsur, mulai dari dinas sosial, organisasi kemasyarakatan, pihak perbankan, hingga kelompok masyarakat.
“Kami kembali turun ke lapangan untuk mengoordinasikan seluruh bantuan yang telah disalurkan agar tepat sasaran dan merata,” ujar Bupati Anwar Sadat saat meninjau lokasi.
Saat ini, sebagian besar korban mengungsi sementara di rumah keluarga dan kerabat. Sementara itu, satu keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal alternatif ditempatkan di bangunan puskesmas lama.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi atas solidaritas masyarakat yang turut membantu para korban.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang telah dengan sukarela menampung saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ungkapnya.
Seiring berakhirnya masa tanggap darurat, operasional dapur umum resmi dihentikan. Meski demikian, bantuan logistik seperti makanan, beras, dan pakaian masih terus disalurkan dan dinilai mencukupi kebutuhan para korban.
Pemerintah daerah juga menegaskan akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem penanganan bencana guna meningkatkan kecepatan dan efektivitas respons di masa mendatang.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem dan musim kemarau panjang yang berpotensi memicu kebakaran.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati serta bijak dalam menggunakan air, mengingat potensi kekeringan di musim kemarau yang cukup panjang,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Dukcapil, Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Direktur Bank Jambi, perwakilan Bank BNI, Ketua DWP, Camat Pengabuan, Lurah Teluk Nilau, serta masyarakat setempat. (yn)

























