Sabtu , Januari 16 2021

Fenomena Virus Corona, Bupati Himbau Masyarakat Tanjab Barat Untuk Tetap Tenang

Kuala Tungkal – Hingga saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanjung Jabung Barat melalui Dinas Kesehatan telah menindaklanjuti surat edaran dari Dinas Kesehatan Provinsi Jambi terkait kesiap-siagaan dan antisipasi penyebaran Pnemoni Berat atau yang sering disebut corona.

Hal tersebut dikatakan oleh Bupati Tanjung Jabung Barat Dr. Ir. H. Safrial MS tanggapi fenomena penyebaran virus Corona yang belakangan ini cukup meresahkan masyarakat. Ditemui diruang kerjanya, Selasa (11/2/2020).

Dijelaskan Bupati, himbauan tersebut telah diedarkan ke 16 puskesmas yang ada di Tanjung Jabung Barat. Adapun upaya antisipasi yang dilakukan yaitu dengan deteksi dan pencegahan serta respon cepat terhadap gejala pnemuonia.

“Saya juga telah perintahkan dinas kesehatan dan puskesmas agar terus memantau perkembangan fenomena virus corona ini melalui berbagai media agar jangan sampai ketinggalan informasi,” tegasnya.

Menurut Bupati, dengan melakukan update informasi dari sumber yang akurat dan kredibel kemudian di sebarkan kembali ke tengah masyarakat maka tidak akan terjadi kesalahpahaman dan tentunya akan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

“Untuk itu saya menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik menghadapi penyebaran corona ini karena alhamdulillah sampai hari ini tidak ada warga Tanjab Barat yang terindikasi terjangkit corona,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hj. Arida Santi Orien membenarkan penyampaian Bupati. Pihaknya memang sudah menindaklanjuti surat edaran Dinas Kesehatan Provinsi Jambi serta meneruskannya ke 16 puskesmas. Selain itu menurutnya, Dinas Kesehatan Tanjung Jabung Barat juga telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak dalam upaya pencegahan penyebaran Pneumonia Berat atau yang sering disebut corona ini.

“Untuk langkah-langkah pencegahan kita sudah berkoordinasi bersama kapolres dan instansi terkait termasuk pengelola pelabuhan roro dan marina. Setiap penumpang yang masuk dari kedua pelabuhan itu kita periksa dengan menggunakan termoscanner suhu panas tubuh, apabila panas tubuh melebihi 39 derajat disertai batuk dan pilek akan langsung kita anamesa,” terangnya.

Upaya pencegahan tersebut menurut ida (panggilan akrabnya), sudah cukup maksimal dan bahkan pihak Dinas Kesehatan juga sudah bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum KH Daud Arif Kuala Tungkal dalam membuat satu ruangan isolasi dengan seluruh alat pelindung diri (APD) yang sudah sesuai dengan SOP.

“Ini merupakan antisipasi jika ada kasus yang mengarah pada pneumonia berat tersebut,” pungkasnya.(yn)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates