Senin , Mei 17 2021

Ribuan Personel Ikuti Gelaran Apel Operasi Lilin Lodaya 2019 Di Bandung

Jawa Barat – 18.330 personel Polri Polda Jabar dan didukung oleh 9.229 personel Pemda Jawa Barat, Kodam III Siliwangi, dan Mitra Polisi, mengikuti apel Operasi Lilin Lodaya 2019, bertempat di Akses Jl. Diponegoro, Depan Gedung Sate Bandung, Kamis (19/12/2019).

Bertindak selaku inspektur upacara Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto. Turut menghadiri, Ketua DPRD Prov. Jawa Barat, Ketua Pengadilan Tinggi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan segenap unsur Forkopimda Prov. Jawa Barat.

Kapolri Jendral Pol. Drs. Idham Azis, M.S.I., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Pangdam III/Siliwangi menyampaikan, bahwa Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2019 yang diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran ini bertujuan untuk memastikan kesiapsiagaan personel dan peralatan pengamanan, soliditas para pemangku kepentingan yang dilibatkan, serta menumbuhkan ketenangan dan rasa aman bagi masyarakat dalam merayakan Hari Raya Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Sementara itu, Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs. Rudy Sufahriadi dalam statmennya menyampaikan, bahwa Kapolda Jabar bersama Pangdam III/Siliwangi menjamin keamanan Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

“Dalam merayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 dihimbau untuk tidak melaksanakan konvoi, tapi jika sampai itu terjadi akan dilakukan pengamanan,” tutur Kapolda Jabar.

Kapolda Jabar juga mengatakan, diusahakan dalam perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 ini dirayakan dengan sebaik – baiknya agar tercipta keamanan dan ketertiban.

Operasi Lilin tahun 2019 merupakan operasi kepolisian terpusat yang akan dilaksanakan selama 10 hari, mulai hari Senin tanggal 23 Desember 2019, sampai dengan hari Rabu tanggal 1 Januari 2020. Fokus pengamanan adalah 61.308 obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara.

Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 1.792 titik pos pengamanan, 745 titik pos pelayanan, dan 45 titik pos terpadu. Strategi yang diterapkan dalam operasi ini adalah mengedepankan tindakan preemtif dan preventif dengan didukung kegiatan intelijen, berupa deteksi dini dan deteksi aksi, serta penegakan hukum secara tegas dan profesional.(Moh. Asep)

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates